Kesaksian yang Tak Pernah Tidur

Kesaksian yang Tak Pernah Tidur

Testimony that never sleeps
Single2025
Cahaya kamera berkedip di persimpangan malam. Rekam jejak tak bisa dihapus—meski kau menyembunyikan kebenaran, cahaya melihat segalanya. "Kesaksian yang Tak Pernah Tidur" adalah sebuah kisah di mana dua suara, yakni hati nurani dan rekam jejak, mengejar kebenaran. Lagu ini menggambarkan jejak tak terhapus yang muncul ke permukaan dalam kegelapan digital dan kekuatan hati yang mencoba menghadapinya tanpa berlari menghindar. Ini adalah lagu dark pop di mana ketegangan yang hening, alur yang sinematik, serta pesan untuk "memilih cahaya, bukan hukuman" akan bergema dalam di lubuk hati pendengarnya.

Dengarkan ↗

Lirik (Jepang)

交差点で瞬くガラスの目 伏せたまつ毛に滲むRECランプ タイムスタンプが夜を刻む 消したはずの息が画面に残る 鍵をかけても夢は眠らない 胸の奥で告発が明滅する 眠らない証言 光は見ていた 隠しても浮かぶ 名前も手口も 罪より強いのは「確かな記録」 夜が明けるまで 真実を歌え 監査ログが波のように押し寄せる フォルダの底で息をする影 上書きできない指の温度 震える合言葉は誰のため 目を逸らすたび残像は濃くなる 「見つめ返せ」と呼ぶ声がある 眠らない証言 秒針が告げる 嘘はほどける 記憶の縫い目 逃げない心で すべてに触れて 罰ではなく 光を選べ 私は記録 あなたの影を抱く 僕は良心 君の声を借りる 二つの声が重なる場所で ドアが軋み 真昼が差し込む 眠らない証言 今ここで叫ぶ 隠しても浮かぶ 消せない痕跡 赦しは告白の先に生まれる もう終わらせよう 真夜中の裁き

Terjemahan

Mata kaca berkedip di persimpangan Lampu perekam membias di balik bulu mata yang tertunduk Stempel waktu mengukir malam Napas yang kukira telah terhapus masih tertinggal di layar Meski pintu terkunci, mimpi enggan tertidur Di lubuk dada, tuduhan berkedip dan menyala Kesaksian yang tak pernah tidur, cahaya telah melihat segalanya Walau disembunyikan, nama dan siasatnya tetap terungkap Yang lebih kuat dari dosa adalah "rekam jejak yang pasti" Nyanyikanlah kebenaran hingga fajar menyingsing Catatan audit menerjang bagaikan ombak Bayangan yang bernapas di dasar folder Kehangatan jemari yang tak dapat ditimpa Untuk siapakah kata sandi yang bergetar ini? Tiap kali memalingkan pandangan, bayangan sisa semakin pekat Ada suara yang memanggil, "Balaslah tatapanku" Kesaksian yang tak pernah tidur, jarum detik mengungkapkannya Kebohongan pun terurai pada jahitan ingatan Dengan hati yang takkan lari, sentuhlah segalanya Pilihlah cahaya, bukan hukuman Akulah rekam jejak, yang memeluk bayanganmu Akulah hati nurani, yang meminjam suaramu Di tempat di mana kedua suara ini berpadu Pintu berderit, dan terik siang pun menyusup masuk Kesaksian yang tak pernah tidur, berteriak di sini, saat ini Walau disembunyikan, jejak tak terhapus akan mengemuka Pengampunan terlahir di ujung pengakuan Mari kita akhiri sekarang, penghakiman di tengah malam ini