STORY
Malam hujan. Lorong panjang di sebuah penginapan Jepang tua.
Setelah lonceng tengah malam, tokoh utama mulai terpikat pada seorang perempuan yang berpapasan dengannya di tempat yang sama setiap malam. Ia tersenyum tenang, meninggalkan kata-kata yang terasa akrab, lalu menghilang. Namun petugas penginapan berkata, “Tidak ada perempuan seperti itu yang menginap di sini.”
Catatan yang tertinggal, bunga shion yang memudar, dan tanggal dari masa silam. Mengapa ia mengenalnya? Mengapa ia masih muncul di lorong saat tengah malam?
“Malam Bunga Shion” adalah misteri romantis bernuansa Jepang yang hening dan mengharukan, tentang perasaan yang bertemu melampaui waktu.
Kehangatan yang nyata, tetapi terlalu jauh untuk disentuh. Hati yang terus menunggu seseorang di seberang waktu yang terlupakan.
Bersama suara hujan, gema alat musik Jepang, dan kesunyian penginapan tua, rasakan pintu cinta yang penuh keajaiban, terbuka hanya untuk satu malam.
Apakah itu mimpi, atau mereka benar-benar bertemu melintasi waktu? Sekuntum shion yang tertinggal membisikkan jawabannya.









